Brilio. sarang – Selama kala pandemi Covid-19, pemerintah Indonesia membina beberapa program bantuan untuk asosiasi. Untuk mendapatkannya, ada sejumlah kondisi dan ketentuan yang harus dipenuhi.

Adapun bantuan pemerintah bersifat bantuan sembako, bantuan sosial tunai, BLT dana desa, listrik gratis, kartu prakerja, subsidi gaji karyawan, BLT usaha mikro kecil, tenggat kuota internet.

Pandemi corona membawa dampak buruk bagi beberapa sektor salah satunya di sektor perekonomian. Karenanya, Pemimpin Joko Widodo (Jokowi) pun memberikan bantuan presiden (Banpres) atau BLT (bantuan langsung tunai) modal kegiatan (BMK) untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Setiap pelaku usaha masing-masing diberi bantuan senilai Rp 2, 4 juta. BLT UMKM ini diberikan sebagai modal usaha untuk membantu para UMKM dengan terkena dampak pandemi. Namun, tumpuan ini tidak diberikan ke sewenang-wenang pengusaha mikro, hanya bagi itu yang benar-benar belum mendapatkan sandaran sama sekali dari pihak perbankan (unbankable).


Penyerahan BLT UMKM dimulai pada pertengahan Agustus 2020. Kini BLT UMKM telah dibuka untuk tahap II.

Loading…


Bantuan periode II ini telah dibuka pada 13 Oktober lalu dan rencananya akan ditutup pada 25 November 2020 mendatang.

Pada program tahap II itu, pemerintah akan menyasar 3 juta pelaku UMKM. Dengan tambahan 3 juta UMKM di penyaluran periode II, maka total UMKM dengan akan mendapatkan banpres produktif sebesar 12 juta UMKM.

Pendaftaran bantuan UMKM Rp 2, 4 juta ini tidak bisa dilakukan secara online. Segenap melalui proses manual. Caranya, usikan diri ke lembaga/instansi yang sudah ditentukan.

Pelaku usaha mikro yang ingin mendapatkan bantuan ini bisa mengajukan ke Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Kabupaten/Kota di wilayah per.

Nantinya, penyaluran banpres produktif dilakukan melalui PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI.

Sebelum disalurkan, pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dukcapil memeriksa jati calon penerima terlebih dahulu. Buat yang belum mencoba mendapatkan sandaran BLT UMKM, dapat mencoba dalam tahap ke II ini.

Dilansir brilio. net lantaran depkop. go. id pada Selasa (27/10), berikut syarat dan ketentuannya.

foto: depkop. go. id

Syarat mendapatkan bantuan UMKM

1. Warga Negara Nusantara

dua. Mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK)

3. Memiliki usaha mikro, kecil, menangah

4. Bukan ASN, TNI/Polri serta Pegawai BUMN/BUMD

5. Tidak padahal menerima kredit atau pembiayaan daripada perbankan dan KUR

6. Bagi pelaku usaha mikro yang memiliki KTP dan domisili usaha yang berbeda, mampu melampirkan Surat Keterangan Usaha (SKU).

Syarat pendaftaran

Syarat yang harus dibawa untuk pendaftaran yakni sebagai berikut:

satu. Nomor Induk Kependudukan (NIK)

2. Tanda Lengkap beserta Kartu Tanda Warga (KTP)

3. Alamat tempat tinggal

4. Bidang usaha

5. Nomor telepon

BLT UMKM Tahap II hanya bisa diperoleh pengusaha jika diusulkan ke:

1. Dinas dengan membidangi Koperasi dan UKM dalam wilayah setempat

2. Koperasi yang telah disahkan sebagai Badan Hukum

3. Kementerian/Lembaga

4. Perbankan dan perusahaan pembiayaan yang terdaftar di OJK

Cara pandangan kelolosan pendaftar bantuan

foto: freepik. com

Nominal Banpres berguna UMKM untuk usaha mikro Rp 2, 4 juta ini akan disalurkan secara langsung kepada penerima, tanpa perlu secara bertahap. Beserta cara mengetahui siapa saja dengan berhak lolos dalam pendaftaran.

1. Penerima BLT UMKM akan diinformasikan melalui pesan singkat (SMS) oleh bank distributor.

2. Setelah menerima pesan singkat (SMS), penerima Banpres UMKM harus melakukan testimoni ke bank penyalur yang sudah ditentukan. Hal ini dilakukan biar dana dapat segera dicairkan.

Syarat mencairkan biaya bantuan

foto: freepik. com

Setelah menerima pesan atau informasi resmi terkait lolos sebagai penerima BLT pelaku usaha mikro, mampu mendatangi bank penyalur. Penerima sandaran wajib menyiapkan beberapa dokumen untuk di cek pihak perbankan. Dokumen-dokumen tersebut sebagai berikut:

1. Membawa buku dana.

2. Mendatangkan kartu ATM.

3. Membawa identitas diri.

4. Penerima bantuan akan diminta untuk melengkapi salinan (surat pernyataan, surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM), dan tulisan kuasa penerima dana BPUM.

Recommended By Editor