Brilio. net – Jalur Rempah, mungkin istilah ini masih terasa asing di telinga banyak orang Indonesia. Padahal, jadi negara penghasil rempah, Indonesia sejak lama memiliki peran penting di perdagangan komoditi ini di negeri. Berbagai catatan sejarah mengungkapkan, datangnya bangsa-bangsa asing ke Nusantara dalam masa lalu, salah satu maksudnya adalah mencari rempah-rempah.  

Bisa dimaklumi mengingat Nusantara memiliki posisi strategis yang menghubungkan Asia Timur, Asia Daksina, Timur Tengah hingga Eropa. Jauh sebelum bangsa Eropa melakukan kegiatan perdagangan di Asia Tenggara, Nusantara telah menjadi pemain penting pada perdagangan dunia dan telah periode dikenal sebagai negara pemasok sari komoditas penting di dunia, rempah-rempah.

Hal ini membuat kebaharian Nusantara menjadi jejak sejarah di mana berkembangnya pelayaran dan perdagangan yang dipicu rempah-rempah sebagai komoditi primadona. Jejak tersebut kemudian membentuk Rel Rempah, sebuah jalur abstrak namun nyata baik di laut dan di darat. Berikut fakta Rel Rempah yang perlu kamu ketahui.    

1. Beraneka macam rempah yang menjadi daya renggut


feed. jeronimomartins. com

Loading…


Petunjuk bahwa Nusantara menjadi penghasil serta pemasok komoditas rempah-rempah dunia tidak dapat dinafikan. Daya tarik cengkeh, pala dan bunga pala menjelma dorongan utama perkembangan perdagangan universal di Asia Tenggara. Pohon cengkeh adalah tanaman asli (endemik) Ternate, Tidore, Moti, Makian, dan Bacan. Sedangkan pala dan bunga merahnya didapat dari pohon pala, endemik pulau Banda. Tak kalah penting, jenis rempah aromatik dari getah tanaman pohon endemik Sumatera yaitu kemenyan dan kamper atau kapur Barus yang banyak ditemukan pada daerah Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.    

2. Simpul kebudayaan

jalurrempah. kemdikbud. go. id

Begitu pentingnya rempah-rempah dalam kesibukan manusia, sehingga menjadi penghela jalan ekonomi, sosial budaya, dan politik dalam skala global. Para penyalur mempertaruhkan nyawa dan kekayaannya buat memasarkannya, juru masak meramunya buat melezatkan hidangan, ahli kesehatan meraciknya untuk pengobatan. Para raja mengirim ekspedisi mengarungi samudera untuk mendapatkannya, diplomasi demi diplomasi dirajut, ikatan antarmanusia menjadi global dan memori peradaban manusia berubah.

Jalur Rempah telah menjadi simpul peradaban kuno Nusantara, jalur kebudayaan dan kebudayaan yang bukan sekedar sebagai kanal pertukaran niaga, tetapi juga membawa serta gagasan, pengetahuan, seni & budaya di sepanjang rute penjelajahan dari ujung paling timur kepulauan Indonesia melewati selat Malaka sampai Afrika, Timur Tengah dan Eropa.

3. Barus sebagai petunjuk awal

Sebuah foto makam kuno di Barus yang menjadi bukti wilayah itu sudah dikenal sejak lama. (@yans_brilio).    

Bukti awal adanya peran Nusantara dalam percaturan dagang di Samudera Hindia datang dari seorang astronom Yunani bernama Claudius Ptolomaeus dengan tinggal di Alexandria, Mesir, di abad ke-1 M. Ia menyusun Guide to Geography, peta kuno di mana di dalamnya tercatat nama sebuah kota bernama Barus, yang nampaknya merupakan kota pangkalan kuno yang amat penting dalam Sumatera dan dunia. Nama metropolitan kuno ini mengingatkan kita di dalam sebuah komoditas aromatik rempah yang kala itu amat berharga serta senantiasa diburu bangsa-bangsa Yunani-Romawi, Mesir, Arab, Tiongkok, Hindustan yaitu kapur barus.

4. Catatan memori cengkeh

@yans_brilio 

Bukti kuno perdagangan rempah lainnya berasal dari Terqa, suatu situs di Mesopotamia (sekarang Syria) di mana penggalian arkeologi menjumpai jambangan berisi cengkeh di gudang dapur rumah sederhana tahun 1721 SM. Selain itu, konon seorang kaisar Han dari China di dalam abad ke-3 M mengharuskan para-para pejabat tinggi mengulum cengkeh masa menghadap.

Meski sejumlah sumber China sebelum abad ke-14 mengenal asal cengkeh dari Maluku, hanya tersedia satu catatan bertanggal 1350 yang betul-betul menulis jung China langsung berlayar dari China ke kawasan tersebut. Pengumpulan dan pengangkutan rempah Maluku ke belahan dunia barat Nusantara ditangani sepenuhnya oleh orang Melayu, Jawa dan Banda, Bugis.

Para pedagang dari Melayu, Arab, Persia, dan China, membeli rempah dari Nusantara, kemudian dibawa secara kapal ke Teluk Persia serta didistribusikan ke seluruh Eropa menggunakan Konstantinopel (Istanbul) di wilayah Turki saat ini dengan harga mencapai 600 kali lipat.

5. Jejak kebudayaan

Sutra. my

Perdagangan rempah di Nusantara meninggalkan jejak kebudayaan yang signifikan berupa peninggalan situs sejarah, ritus budaya, hingga beranak beragam produk budaya yang terinspirasi dari alam Nusantara yang sugih.

Nampak sekali, di zaman lalu orang-orang berbagai bangsa berbondong- bondong ke Nusantara tidak semata untuk berdagang, tetapi lebih di dalam untuk membangun peradaban. Mulai sebab pelabuhan Barus di Sumatera Mengadukan yang diperkirakan sudah berusia lebih dari 5000 tahun, kerajaan Tarumanagara, kerajaan Sriwijaya, kerajaan Majapahit, kejayaan Wangsa Syailendra, kerajaan Kahuripan  mematok negara-negara bandar seperti di Banten, Maluku, dan Sulawesi  yang semuanya terbentuk karena perdagangan rempah-rempah pedengan politik ekonomi.

6. Website Jalur Rempah

Momen peluncuran website  Sabuk   Rempah   (@yans_brilio)

Nah buat memperkenalkan Jalur Rempah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kultur RI melalui Direktorat Pengembangan & Pemanfaatan Kebudayaan meluncurkan secara resmi meluncurkan website Jalur Rempah sekaligus menggelar Anugerah Karya Budaya Rempah Nusantara, sebuah ajang penganugerahan penghargaan kepada para pemenang kompetisi penggambaran Jalur Rempah dalam bentuk poster, animasi dan komik.

“Ini suatu platform digital yang tidak hanya dapat mempersatukan beragam gagasan, adicita dan informasi namun juga menjadi media pendidikan bagi masyarakat Nusantara, ” ujar Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Hilmar Farid.

Dalam acara peluncuran yang digelar di Hotel Aston Bintang, Jakarta Barat, Jumat (112/12/2020) Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Rahmat Gunawan berharap website ini sanggup mewujud sebagai media informasi yang kedepan bisa dikembangkan sebagai maklumat digital bagi seluruh pemangku hajat terkait budaya rempah Nusantara, khususnya generasi muda.  

“Diharapkan website ini bisa menjadi media les dan informasi yang memperkaya sekaligus memberikan inspirasi khususnya bagi tingkatan milenial untuk semakin mencintai budayanya, meneguhkan dan menguatkan jati muncul bangsa, ” kata Restu.

7. Sebuah pesan untuk negeri

@yans_brilio

Website ini sebagai bagian daripada ikhtiar dan kerja besar untuk menyampaikan pesan kepada dunia kalau jalur rempah sebagai jalur adat dari Indonesia telah menghangatkan negeri dan layak mendapatkan pengakuan. Salah satu agenda penting terhadap jalur rempah adalah untuk mendapatkan penetapan UNESCO sebagai Warisan Dunia ( World Heritage ) untuk memperkuat diplomasi Indonesia, sekali lalu meneguhkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Sejak tahun 2017, Nusantara melalui Kemendikbud merintis upaya pengusulan Jalur Rempah (Spice Routes) jadi warisan dunia ke UNESCO. Penyampaian ini didasari pemahaman bahwa Salur Rempah adalah jalur pertukaran antarbudaya dan pertukaran pengetahuan yang melampaui konteks ruang dan waktu.

8. Mengangkat semangat kejayaan rempah Nusantara

Ketua Komite Program Jalur Rempah, Kemendikbud, Ananta Kusuma Seta menambahkan bahwa langkah-langkah pengembangan dan pemanfaatan sejarah budaya rempah dalam berbagai bentuk kegiatan telah dilakukan bersama dengan berbagai pihak seperti Unit Pelaksana Teknis, pemerintah daerah, lembaga kemasyarakatan, publik, serta stakeholders lainnya.

“Bermacam aktivitas, berangkat dari pelatihan, mengoptimalkan produksi & kualitas, pemasaran, serta penggunaannya di industri kesehatan dan kecantikan, kuliner, pariwisata dan lainnya, dilakukan. Maksudnya jelas, yaitu bagaimana spirit kemajuan rempah-rempah bisa hidup kembali menjelma nilai dan gaya hidup dalam masyarakat. Wujudnya bisa terejawantahkan dalam bentuk pemberdayaan komunitas budaya rempah, pengembangan eduwisata jalur rempah, tenggat pertunjukan seni, gastronomi, pengetahuan serta pengobatan tradisional, workshop, dan lainnya, ” kata Ananta.  

9. Menyasar milenial

@yans_brilio

Nah buat menggandeng milenial lebih mengenal Belang Rempah, Kemendikbud juga menggelar Sayembara Visualisasi Jalur Rempah dalam bentuk poster, video animasi dan komik yang mengangkat tema Jalur Rempah Nusantara untuk Negeri . Kompetisi ini pun mendapat perhatian banyak anak muda. Terekam ada 1862 peserta yang mengikuti kompetisi ini.  

Akhirnya ditetapkan pemenang terdiri dari 3 Ahli Utama dan 10 Juara Karya Pilihan di masing-masing kelompok, mengikuti 2 Juara Favorit dari setiap kategori lomba poster dan animasi. Sementara itu dengan total 529 peserta yang terdiri dari 229 Komik Kategori Anak dan 300 Komik Kategori Remaja, terpilih 3 Juara Utama dan 15 Pemenang Apresiasi untuk masing-masing kategori.

Penerapan poster, animasi dan komik jadi medium dalam menuangkan cerita dan sejarah Jalur Rempah diharapkan sanggup memudahkan penyebarluasan wawasan pengetahuan tentang Jalur Rempah kepada generasi bujang Indonesia.

Niatan ini menjadi sebuah rancang bangun awal bangkitnya awareness klub terhadap budaya rempah dalam rancangan membangun masa depan bangsa yang lebih baik. Jalur Rempah tak hanya bagian dari sejarah zaman lalu, tapi juga menjadi gaya masa kini dan mendatang.  

Recommended By Editor