12 Manfaat minyak wijen bagi kesehatan, jaga kesehatan gigi

Brilio.net – Minyak wijen adalah minyak esensial yang diolah dari biji wijen. Minyak satu ini banyak digunakan untuk memasak, karena bisa membuat masakan lebih nikmat dan wangi. Berbagai manfaat minyak wijen selain untuk membuat masakan lebih nikmat, antara lain dapat menghilangkan bau amis pada daging dan membuat mi tidak lengket saat direbus.

Salah satu negara yang terkenal sering menggunakan minyak wijen sebagai bahan masakan adalah Korea Selatan. Masakan seperti japchae, bibimbap, dan yang lainnya menggunakan minyak wijen sebagai salah satu bahan utamanya. Minyak wijen memang dikenal sebagai bahan yang dapat membuat masakan menjadi jauh lebih nikmat.

Selain sangat bermanfaat dalam hal memasak, minyak nabati satu ini ternyata juga baik untuk kesehatan. Minyak wijen mengandung asam lemak tak jenuh, antioksidan, vitamin, mineral, tembaga, dan seng yang bermanfaat untuk kesehatan, dan bahkan juga dapat bermanfaat untuk kecantikan.

Walaupun begitu, sebaiknya memperhatikan keadaan tubuh terlebih dahulu, ya. Karena sebagian orang memiliki alergi terhadap minyak wijen, sehingga bisa berdampak buruk seperti ruam, gatal, sesak napas, dan lain-lain. Nah, bagi yang tidak memiliki alergi terhadap minyak wijen, berikut brilio.net rangkum dari berbagai sumber manfaat minyak wijen untuk kesehatan pada Senin (3/5).

Loading…

1. Menjaga kesehatan jantung.

foto: freepik.com

Minyak wijen baik untuk kesehatan jantung karena mengandung lemak tak jenuh. Sebuah penelitian dari US Department of Agriculture yang dilansir dari laman fdc.nal.usda.gov mengatakan minyak wijen mengandung asam lemak tak jenuh yang tinggi, yaitu sebesar 82%. Maka dari itu, kandungan ini dapat menurunkan kadar kolesterol tinggi di dalam tubuh.

2. Mengurangi ketombe dan rambut rontok.

foto: freepik.com

Minyak wijen baik untuk kesehatan rambut dan kulit kepala. Yaitu dapat membantu mencegah gatal, mengurangi ketombe, dan mencegah rambut rontok. Kamu bisa menggunakan minyak wijen dengan mengoleskannya pada kulit kepala sambil dipijat setiap 1 minggu sekali. Di samping itu, minyak wijen juga bisa mencegah munculnya uban di usia dini, lho.

3. Bantu bersihkan karang gigi.

foto: freepik.com

Gigi yang memiliki banyak karang maupun plak bisa diatasi dengan minyak wijen. Cukup mengoleskan minyak wijen, kemudian biarkan selama 5 sampai 10 menit dan berkumur dengan air bersih. Lakukan cara ini secara rutin untuk bantu mengikis karang maupun plak gigi. Namun, tetap konsultasikan dengan dokter gigi juga, ya.

4. Cegah penuaan dini dan kulit kusam.

foto: freepik.com

Minyak wijen juga bermanfaat untuk kesehatan kulit karena memiliki zat antioksidan dan vitamin E yang tinggi. Kedua kandungan ini dapat membantu untuk cegah penuaan dini dan kusam. Kamu dapat mengoleskan minyak wijen pada kulit sambil memijatnya selama kurang lebih 5 menit setiap hari agar hasilnya lebih optimal. Nah, selain itu minyak wijen juga bisa melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV. Wah, bisa dicoba nih~

5. Bantu penyembuhan luka.

foto: freepik.com

Seperti dilansir dari liputan6.com melalui penelitian yang dilakukan oleh Journal of Skin and Stem Cell, minyak wijen dapat membantu proses penyembuhan luka, terutama luka bakar. Walaupun, penelitian yang dilakukan masih pada seekor tikus. Hal ini dikarenakan oleh kandungan antioksidan dan anti inflamasi yang dimiliki oleh minyak wijen.

6. Bantu pemulihan radang sendi.

foto: freepik.com

Kandungan seng dan tembaga pada minyak wijen dapat membantu pulihnya penyakit radang sendi. Kedua kandungan ini akan membantu mengoptimalkan produksi sel darah merah, melancarkan sirkulasi darah, dan metabolisme tubuh. Tembaganya juga bersifat anti inflamasi sehingga baik untuk pemulihan nyeri radang sendi, mengurangi bengkak, dan memperkuat tulang.

7. Dapat menurunkan gula darah.

foto: freepik.com

Penderita diabetes perlu memiliki regulasi gula darah sehat, maka minyak wijen dapat membantu untuk mengoptimalkan hal tersebut. Apabila dikonsumsi secara rutin, minyak wijen dapat membantu menurunkan gula darah.

Namun, bagi penderita diabetes jangan hanya mengandalkan minyak wijen ya, karena tetap harus selalu berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

8. Mengontrol tekanan darah.

foto: freepik.com

Selain gula darah, minyak wijen juga dapat membantu mengontrol tekanan darah agar selalu dalam keadaan normal. Hal ini disebabkan oleh vitamin E, vitamin B kompleks, asam folat, protein, dan mineral yang dimiliki oleh minyak wijen. Kemudian, minyak wijen juga dapat mengurangi peroksidasi lipid dan meningkatkan antioksidan bagi penderita darah tinggi.

9. Tingkatkan kualitas tidur.

foto: freepik.com

Kesulitan tidur atau yang biasa kita kenal dengan insomnia dapat berdampak buruk bagi produktivitas seseorang, karena waktu istirahat yang kurang. Minyak wijen dapat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas tidur. Tetapi, perlu juga untuk menyeimbangkannya dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan menghindari alkohol, kafein, dan rokok.

10. Menjaga kesehatan tulang.

foto: freepik.com

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, minyak wijen dapat membantu pemulihan radang sendi, sehingga minyak ini pun baik untuk pertumbuhan dan kesehatan tulang. Misalnya, seperti mencegah osteoporosis. Kandungan tembaga pada minyak wijen lah yang bekerja untuk penyerapan zat besi pada tulang agar lebih kuat dan sehat.

11. Menjaga pencernaan.

foto: freepik.com

Minyak wijen memiliki serat yang dapat merangsang gerak peristaltik makanan melalui usus halus. Sehingga sangat baik untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan. Mengonsumsi minyak wijen secara rutin bisa mencegah permasalahan seperti diare, sembelit, penyakit gastrointestinal, dan kanker pada saluran pencernaan.

12. Menurunkan risiko kanker.

foto: freepik.com

Minyak wijen kaya akan kandungan vitamin, mineral, anti karsionegik, dan kandungan fitat yang dipercaya dapat mencegah munculnya penyakit kanker. Minyak ini terkenal sebagai anti kanker leukimia, kanker prostat, dan kanker payudara. Selain itu, juga bisa mencegah penyakit-penyakit lainnya pada paru-paru, usus, dan pankreas.

RECOMMENDED

Location | Posted in Data